Pembahasan RAB Pondasi
Dalam Rencana Anggaran Biaya suatu pekerjaan bangunan, ada pekerjaan yg sanggup kita katakan sangat mensederhana/dasar, baik dari segi tahap pekerjaannya maupun fungsinya sendiri terhadap bangunan. Pekerjaan tersebut yaitu pekerjaan pondasi. Pekerjaan Pondasi dikatakan mensederhana/dasar lantaran pekerjaan ini merupakan tahap paling awal dari pekerjaan, di sisi lain pekerjaan ini harus dikerjakan dengan sangat teliti lantaran fungsinya yg sangat mendukung keamanan sebuah bangunan. Semakin baik pengerjaan suatu pondasi maka selama tanah di bawahnya masih bisa menahan maka semakin tahan pula bangunan tersebut dan tentunya hampir niscaya sanggup dipastikan bahwa bangunannya akan awet. Jadi, itulah sebabnya pondasi dikatakan sangat mensederhana/dasar di bandingkan dengan cuilan bangunan lainnya.Berbicara mengenai Pekerjaan pondasi, tentunya ada beberapa sub pekerjaan yg kita harus lsayakan sehingga kita bisa dikatakan sukses dalam pekerjaan pondasi itu sendiri. Sub-sub pekerjaan itu tentunya niscaya berafiliasi dengan pondasi, yaitu sbg berikut:
- Galian Tanah
- Urugan Pasir
- Pemasangan kerikil kosong
- Pasangan kerikil Kali.
Jika kita melihat sub-sub pekerjaan diatas bergotong-royong apa sih yg akan kita lsayakan? Jika kita ingin menghitung RAB sebuah pekerjaan tentunya terlebih dahulu kita menghitung volume pekerjaannya. Volume pekerjaan yg dimaksudkan itu ibarat Dimensi dan panjang galian galian, dimensi dan panjang pondasi seta urugan tanah atau pasirnya. Berikut Contoh perhitungan volume RAB dalam tabel berikut:
|
- Galian Tanah
Galian Tanah merupakan pekerjaan pertama dalam pekerjaan pondasi. Bicara mengenai galian tentunya kita berbicara bentuk, kedalaman dan lebar serta panjang galian itu sendiri. Bentuk galian tergantung pada jenis tanahnya, bila tanahnya gampang runtuh sebaiknya gunakan bentuk trapesium tetapi bila tanahnya baik atau stabil bisa memakai bentuk persegi saja. dalam dan lebar ditentukan oleh jenis pondasi yg kita akan bangkit sementara panjannya galian tergantung dari as bangunan yg akan kita bangun. Volume galian sendiri dihitung ibarat perhitunhsn volume pada umumnya Lebar x Kedalaman x Panjang Pondasi. Misalnya, anda mebuat pondasi yg lebar bawahnya 70 cm maka lebar galiannya 70 +10 ke kanan + 10 ke kiri = 90 cm dengan kedalaman pada umumnya 70 cm. Misalnya anda akan membangun MCK dengan ukuran 2,5 x 2,5 maka panjang pondasinya yaitu 4 x 2,5 = 10 m. Ingat stuan yg dipakai harus setara sihingga volumenya menjadi 90 cm x 70 cm x 10 m = 0,9 m x 0,7 m x 10 m = 6,3 m kubik. Kaprikornus anda harus menggali tanah sebanyak 6,3 m kubik. - Urugan Pasir
Urugan Pasir merupakan pekerjaan yg dilsayakan dengan mengurug lantai kerja pondasi dengan memakai pasir dengan ketebalan 10 cm. jadi bila kita hitung volumenya maka yg kita hitung yaitu lebar lantai pondasi x Panjang pondasi x tinggi urugan pasir. Misalnya memakai data yg tadi 0,9 x 10 x 0,1 = 0,9m kubik. jadi hampir 1 kubik pasir yg diharapkan dalam urugan pasir ini. - Pemasangan Batu Kosong
Pemasangan kerikil kosong merupakan pemasangan kerikil jenis kerikil gunung maupun kerikil kali dengan ketebalan 5 - 10 cm. Batu dipasang tanpa ada adonan material lainnya. Tetepi biasa juga kerikil kosong diganti dengan adonan beton 1:3:5. Tetapi masyarakat umumnya hanya memakai kerikil kosong saja lantaran lebih ekonomis. Menghitung volumenya pun tidaklah Susah sama dengan menghitung urugan pasir tadi yaitu panjang pondasi x lebar lantai pondasi x tebal kerikil kosong. Misalnya kita memakai tebal 10 cm, maka volumenya = 10 x 0,9 x 0,1 = 0,9 m kubik. Membutuhkan hampir 1 meter kibik batu. - Pemasangan Batu Kali
Berhubung lantaran bangunan yg kita rencanakan hanyalah bangunan kecil dan tidak bertingkat maka kita memakai jenis pondasi kerikil kali. Pondasi kerikil kali umumnya mempunyai bentuk luasan dimensi Trapesium. Kaprikornus supaya menghitung vulumenya dengan gampang kita lsayakan dengan dua tahap, yakni menghitung Luas dimensinya terlebih dahulu gres mencari Volumenya. Misalnya, kita akan .membuat. pondasi dengan lebar atas 30 cm dan lebar bawah 70 cm dengan ketinggian 0,5 m maka luasan dimensinya yaitu 1/2(0,3 + 0,7) x 0,5 = 0,25 m2. Setelah didapatkan luas dimensinya maka volumenya akan semakin gampang kita hitung yaitu Luas x panjang pondasi = 0,25 x 10 = 2,5 m kubik. Mudahkan? Demikian cara menghitung volume pekerjaan pondasi dalam penyusunan RAB, biar bermanfaat.